Home Berita Forex Terjadi Lonjakan Yield, Kini Dollar Masih Tetap Menguat

Terjadi Lonjakan Yield, Kini Dollar Masih Tetap Menguat

273
0
SHARE

Perdagangan Asia sesi hari ini, Senin (14/11/2016). Dollar masih melayang tinggi dengan menyentuh level terkuat dalam rentang waktu Sembilan bulan. Penyebabnya adanya kemungkinan terjadi kenaikan inflas secara cepat di Amerika Serikat (AS), selain itu terjadi lonjakan penerbitan obligasi yang besar mempertahankan lonjakan dari yield Treasury. Kedua hal tersebut telah memperkeruh aset-aset di banyak market berkembang.

USD menyentuh level terendah terhadap mata uang EURO sejak bulan Maret di 1.0785 USD. Sedang sebaliknya Dollar AS menyentuh level tertingginya empat bulan ini terhadap Yen Jepang di kisaran 107.50.

Mata uang Amerika Serikat menguat sejak diumumkannya kemenangan Donald Trump sebagai Prsiden terpilih AS dengan mengalahkan pesaingnya Hillary Clinton pada musim pemilahan Presiden kemarin. Hal itu menjadi pemicu peningkatan obligasi, nilai obligasi 10 tahun telah berada di level terendah dalam kurun waktu 10 bulan, tepatnya hari Senin ini.

Berdasarkan dari data besar Bank of Amesika Merrill Lynch, cukup dua hari penjualan sudah merugikan lebih dari $1 triliun di semua pasar global obligasi. Hal itu adalah yang paling buruk selama 1 setengah tahun ini.

Peningkatan secara signifikan di dalam yield Obligasi AS memberikan ancaman aliran dana keluar dari market berkembang. Sehubung hal itu terjadi , resiko terjadinya perang dagang antara Republik China dan Amerika Serikat memperkeruh dan memperburuk kondisi di  pasar perdagangan Asia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here