Home Berita Forex Sterling Overvalued, Ini Penjelasan Alasannya

Sterling Overvalued, Ini Penjelasan Alasannya

301
0
SHARE

Seorang analis dari Deutsche Bank AG, Oliver Harvey mengatakan bahwa momentum telah kembali bergerak dan membuat Poundsterling melemah. Penguatan mata uang Inggris semenjak pengadilan Tinggi Inggris memutuskan peraturan bahwa prosesi perngurusan resmi untuk out dari Uni-Eropa tanpa persetujuan dari parlemen telah usai.

Sterling tergelincir jatuh sesuai dengan perkiraan yang memprediksikan bahwa mata uang Inggris tersebut akan jatuh lebih jatuh terhadap mata uang-mata uang utama dunia lainnya. Oliver Harvey juga menambahkan bila tantangan yang telah dihadapi pounsterling bersumber dari bidang politik hingga capital outflow China. Terlebih lagi ditambah dengan ancaman dari Scotlandia untuk referendum kedua, dengan keadaan yang seperti itu Inggris akan benar-benar kehilangan akses kepada single market Eropa kedepannya, dan itu masih menjadi salah satu resiko yang menghantui.

Kabar ini menjadi pendorong penurunan Poundsterling  sebanyak 0.8% terhadap Deutsche Bank Trade-WB, dan memotong gain yang sudah terkumpul sejak kebijakan dari pengadilan tinggi yang mencapai 4.5% penurunan.

“Sementara gejolak dalam bidang politik bisa dipastikan menjadi trading pound sangat merepotkan, kami melihat risk reward yang cukup bagus untuk kembali lagi enter short dalam trade weightedbasis,” tulis Oliver Harvey dalam note yang dilansir dari Bloomberg.

Seiring dengan pertaruhan Poundsterling menuju level rendah historinya, berikut alasan mengapa memilih memasang posisi short untuk sterling yang dinilai Harvey sangat tepat. Alasan yang menurut Oliver Harvey antara lain adalah Spread bunga.

Terjadinya perbedaan antara yield obligasi pemerintah AS dan Pemerintah Inggris belum pernah dalam sejarah selebar saat ini, semenjak bulan Mei 2000 lalu. “Bertentangan dengan satu bulan yang lalu, Poundsterling tidak murah lagi dalam perbedaan rate-nya,” tulis Oliver Harvey.

“Fair-Value” Poundsterling rendah dibawah 1.20 terhadap USD dibandingkan dengan harga 1.2370 yang telah diperdagangkan siang 1:53 waktu London. “lemahnya performa dari Pound selama Capital outflow China disebabkan adanya penurunan cadangan devisa China. Situasi dan kondisi ini kemudian diperparah menuju pada level terbesarnya sejak Januari. Para ekonom Asia Deutsche Bank AG memprediksikan Renminbi lebih lemah akan terjadi pada tahun baru mendatang,” jelas Harvey.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here