Home Analisa Profit Taking Setelah Pengumuman FOMC, Dolar kembali Melemah

Profit Taking Setelah Pengumuman FOMC, Dolar kembali Melemah

270
0
SHARE

Dollar Amerika Serikat kini melemah turun dalam sesi perdagangan Asia, Senin (19/12/2016) pagi. Dolar merangkat turun disebabkan oleh profit taking para investor. USD mengalami pelonjakan hingga ke puncak tertingginya 14 tahun yang terjadi pada pekan lalu, akibat kenaikkan suku bunga Bank Sentral AS dan hingga 3 kali di tahun mendatang.

Ekspektasi kenaikan suku bunga di tahun mendatang tersebut muncul karena pernyataan hawkish Bank Sentral AS dalam rapatnya pekan lalu. Dimana para pejabat memberikan peryataan yang memperkirakan kenaikkan suku bunga The Fed terjadi hingga tisa kali lagi di tahun mendatang. USD menanggapi kabar berita itu dengan bullish.

Indeks Dollar pada Minggu lalu saat sedang berada di puncaknya mendapat perolehan hingga menyentuh level 103.560. Dan pada hari senin (19/12/2016) pagi, sejak berita ini ditulis Indeks dollar yang mengukur penguatan Dollar AS terhadap mata uang mayor lainnya mengalami penurunan hingga 0.3% ke level 102.680.

EUR/USD mengalami kenaiakan sebanyak 0.1% pada angka 1.0461, namun masih tertahan di dekat perolehan rendah 14 tahun di level 1.0364 yang didapat pada pekan lalu. Sementara itu USD mengalami penurunan sebanyak 0.3% terhadap Yen Jepang dan di perdagangkan pada harga 117.61 yen. Dimana pada minggu lalu di angka 118.66 yen merupakan level tinggi sepuluh setengah bulan.

Saat berita ini ditulis, pagi tadi USD/JPY telah diperdagangkan pada harga 117.582, dimana pagi tadi data perdagangan negera sakura itu diumumkan dan memperlihatkan dampak pelemahan yen sudah mulai dirasakan. Ekspor Jepang mengalami kemrosotan dan laju yang lambat pada bulan November. Walupun tidak mengalami peningkatan, penurunan telah terjadi pada neraca perdagangan yang jauh dari perkiraan, hanya sebanyak 0.4% dibanding perkiraannya sebanyak 0.2%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here