Home Berita Forex Pejabat The Fed Cemaskan Dampak Dari Reformasi Pajak Agresif

Pejabat The Fed Cemaskan Dampak Dari Reformasi Pajak Agresif

404
0
SHARE

Para petinggi Federal Reserve Amerika Serikat tanpa menyebut Donald Trump selaku Presiden AS memberikan peringatan terhadap administrasi kebijakan fiscal mendatang harus benar-benar dirancang secara cermat dan cerdas guna memacu perekonomian, bukan membuat Negara seolah-olah sedang mengalami krisis.

Beberapa pernyataan penting tersebut dikutip dari sejumlah pembicaraan yang dilakukan oleh beberapa pejabat The Fed yang ditemui di acara-acara terpisah pada hari Selasa (06/12/2016) dini hari, dan juga kemarin malam. Mereka mencemaskan adanya dampak terhadap inflasi yang terjadi akibat dari kebijakan fiscal dan juga pemotongan pajak yang dinilai terlalu agresif.

Kondisi seperti itu akan memaksa The Fed lebih “bergerak cepat” dalam menaikkan suku bunga, dan hal itu memungkinkan terjadi peningkatan resiko resesi. Namun sebaliknya, bila peraturan perpajakan dirancang dengan sangat baik maka produktivitas yang mengalami mancet bisa lebih dilancarkan. Beberapa pejabat The Fed yang mencemaskan reformasi pajak agresif tersebut antara lain Presiden Federal Reverse wilayah Chicago, Charles Evans, Presiden The Fed untuk wilayah New York, William Dudley, dan juga James Bullard, Presiden Federal Reserve untuk silayah St. Louis.

“Anggaran belanja pemerintah AS yang pintar dan reformasi perpajakan dapat membantu perekonomian Amerika untuk terus tumbuh,” kata Charles Evans saat menjadi pembicara dalam event di Exsecutives Club of Chicago, dilansir dari Reuters.

William Dudley sebelumnya menjelaskan bila kebijakan fiscal yang seharusnya diperuntukkan sebagai penompang penurunan berikutnya, meskipun saat perokonomian lagi bagus. Resiko penurunan sudah diminimkan oleh prospek kebijakan fiscal stimulatif dari kongres baru.

Sedang dalam kesempatan terpisah, “perihal ini penting bila AS mampu mempertahankan kapasitas kebijakan fiska yang cukup, sebab hal itu mampu memberikan dukungan kuat pada perekonomian AS saat terjadi siklus penurunan,” jelas Bullard.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here