Home Breaking News Mungkinkah Keperkasaan Dollar AS akan Berakhir?

Mungkinkah Keperkasaan Dollar AS akan Berakhir?

661
0
SHARE

Informasi Harga Dollar Hari IniKondisi ekonomi AS yang saat ini semakin menunjukkan trend positifnya dan adanya rencana dari The Fed untuk mengetatkan moneter sehingga membuat kurs Dollar akhir akhir ini menunjukkan keperkasaannya ketimbang mata uang lainnya. Bahkan pada dua minggu terakhir ini, keperkasaan dollar AS terhadap mata uang lainnya yang diperdagangkan sempat mencapai angka 100 dengan tujuan untuk mengukur kinerja mata uang Paman Sam itu. Namun menurut pihak HSBC yang mengatakan, keperkasaan Dollar AS saat ini sudah berada di ujung tanduk.

Dari data data yang dihimpun dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia melalui data dari perdagangan yang terjadi pada hari Senin 23 Maret 2015 lalu, Kurs Rupiah saat ini sudah berada pada posisi Rp 13.076 per dollar AS nya, sedangkan menurut data minggu lalu tepatnya pada penutupan perdagangan Jumat, Rupiah berada pada posisi Rp 13.075 per dollar nya. Pihak HSBC sendiri beranggapan bahwa keperkasaan Dollar AS telah berakhir. Dikarenakan ada beberapa hal yang menyebabkan HSBC beranggapan bahwa dollar AS sudah berada pada fase akhir penguatannya saat ini, salah satunya adalah kejutan pada indeks ekonomi Zona Euro yang saat ini sudah berhasil melewati indeks AS yang terjadi pada tahun 2005 lalu.

Sedangkan pada tahun 2004 lalu kondisinya berbalik dibandingkan sekarang, saat ini HSBC juga beralasan bahwa pejabat di Amerika Serikat kemungkinan akan mengabaikan penguatan mata uang Dollar ini apabila laju ekonomi Amerika Serikat akan terus mengalami pertumbuhan yang semakin cepat sehingga hasilnya adalah laju inflasi yang cukup. Alasan mengenai laju inflasi ini adalah karena dollar AS dapat menjadi terus menguat apabila laju inflasi semakin terpenuhi. Tetapi pada kenyataannya hal ini tidak terjadi. Dikarenakan pihak The Fed sendiri yang ternyata menurunkan target inflasi.

Lalu faktor lainnya, adalah adanya 1 mata uang lain yang memiliki nilai diatas Dollar AS, yang biasa kita kenal dengan Franc Swiss. Sejak Januari 2014 lalu, mata uang dollar AS semakin naik dari posisi 12 menjadi runner-up yang tercatat dalam peringkat valuasi mata uang di dunia. Selain itu pula, mata uang dollar AS yang sudah menguat pada perdagangan pasar spot dan juga pasar berjangka sudah berada pada berbagai posisi sehingga hal ini dapat menjadi salah satu peluang besar bagi dollar AS untuk “stuck” pada penguatannya saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here