Home Bisnis & Politik Manipulasi FX Rate, Mantan Eksekutif HSBC Diadili

Manipulasi FX Rate, Mantan Eksekutif HSBC Diadili

69
0
SHARE

Mantan petinggi eksekutif HSBC Holdings Plc (HSBA.L) segera diadili di AS lantaran kasus manipulasi FX rate. Pengadilan itu melawan Mark Johnson, seorang warga Inggris yang juga kepala perdagangan valas HSBC, yang sebelumnya sudah mengundurkan diri di awal tahun.

Pihak HSBC diwakili juru bicaranya menjelaskan kasus ini berkaitan dengan individu, bukan pihak HSBC. Kasus ini terjadi tahun 2011, saat Mark Johnson bersama Stuart Scott, juga eksekutif HSBC mengetahui bahwa sebuah klien besar berani membayar bank itu untuk menukar 3,5 miliar dolar ke pound dalam rencana penjualan anak perusahaan milik klien.

Selanjutnya mereka memanfaatkan informasi ini untuk melakukan perdagangan hingga memicu harga pound melonjak. Hal ini menyebabkan kerugian para nasabah dan menguntungkan HSBC.

Kuat dugaan klien yang dimaksud adalah perusahaan minyak asal Inggris, Cairn Energy Plc. Dari transaksi ini HSBC meraup 3 juta dolar sementara 2 orang itu mendapat 5 juta dolar dari transaksi untuk klien. Karena Scott menetap di Inggris, pengadilan AS akan meminta ekstradisinya agar ia dapat diadili. Bagaimanapun, Johnson bersikeras dirinya tidak bersalah sedangkan Scott membantah segala tuduhan itu.

Sementara itu, belum lama ini 2 karyawan dari Société Générale juga didakwa melakukan manipulasi terhadap LIBOR. Kedua kasus ini semakin membuktikan bagaimana manipulasi finansial sangat mungkin terjadi dan menjadi alasan kuat akan pentingnya pihak pengawas untuk selalu mengawasi perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here