Home Berita Ekonomi Kamis Pagi, Rupiah dibuka Menguat

Kamis Pagi, Rupiah dibuka Menguat

467
0
SHARE

Pada perdagangan Kamis pagi tanggal 2 April 2015, pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dibuka dengan penguatan terhadap Rupiah. Penguatan ini melanjutkan sesi kenaikan Rupiah akhir akhir ini. Rupiah dibuka pagi ini dengan penguatan yang mencapai angka dibawah 13.000 per dolarnya. Menurut data dari kantor berita Bloomberg sendiri pada pukul 08.35 WIB, Rupiah berhasil melanjutkan penguatannya ke level Rp 12.985 per dolarnya. Jika dibandingkan dengan sesi penutupan pada hari kemarin yang menyentuh leevel 13.048. Sebab dari penguatan Rupiah ini sendiri dikarenakan karena adanya tekanan yang dialami oleh mata uang Dollar AS, sehingga penguatan Rupiah sendiri diperkirakan masih terus akan berlanjut. Hal yang sama juga dialami oleh mata mata uang regional yang saat ini terimbas dari tertekannya Dollar AS.

Peluang Rupiah menguat

Dalam riset yang dilakukan Samuel Sekuritas Indonesia, Pada perdagangan minggu ini, Rupiah diperkirakan masih terus akan bertahan. Kemarin mata uang Indonesia ini kembali mencatatkan penguatan yang diikuti oleh penguatan mata uang lainnya di kawasan Asia, meski ada informasi bahwa inflasi tahunan yang terlihat sedikit naik. Inflasi bulanan pertama yang dialami adalah ketika adanya kenaikan harga BBM dan juga kenaikan elpiji ukurang 12 kg. Harga beras sendiri saat ini sudah jauh lebih rendah kenaikannya ketimbang bulan kemarin, bahkan jika ditilik harga keseluruhan dari bahan pokok makanan, ternyata mengalami deflasi pada bulan Maret ini. Namun efek keseluruhan dari dampak kenaikan BBM ini sendiri baru akan terasa pada bulan April ini.

Menurut data eksternal sendiri, saat ini harga dollar AS masih mengalami penurunan sampai tengah malam tadi dikarenakan adanya pengumuman mayoritas data AS yang lebih buruk jika dibandingkan dengan periode periode sebelumnya. . Bahkan ISM Manufacturing PMI AS sendiri saat ini sudah berada pada level paling rendah dalam 14 bulan terakhir ini. Buruknya data As ini sendiri menjadi salah satu bukti bahwa pernyataan Yellen yang diungkapkan pada pekan minggu lalu bahwa dengan kenaikan suku bunga yang diperkirakan tidak akan agresif pada tahun 2015 ini nyatanya tidak sesuai dengan yang diperkirakan. Dalam saat yang sama sendiri, terjadi kenaikan terhadap harga minyak senilai 3,6%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here