Home Berita Ekonomi Tahun 2015, Harga Komoditas Merangkak Naik

Tahun 2015, Harga Komoditas Merangkak Naik

609
0
SHARE

Nowo Manajer PT NSP Komoditi SaguTahun baru begitu juga harga baru, harga komoditas sagu PT NSP milik Nowo Manajer PT NSP belum diketahui kenaikannya namun bisnis sagu Nowo manajer PT NSP tahun kemarin memang sangat bersinar. Tahun baru ini beberapa komoditi harganya cenderung mengalami kenaikan, hal ini disebabkan dengan dimulainya musim hujan dikawasan sentra pangan dan juga komoditas Indonesia. Selain musim hujan, ketidak pastian musim tanam juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga komoditi, seperti yang diungkapkan oleh Wakil ketua Kadin Jawa Timur, Deddy Suhajadi.

Beliau mengatakan harga harga komoditi yang umum berada di pasar seperti cabe, bawang, jagung, kopi dan juga kelapa merupakan salah satu hal yang bisa dijadikan lahan utama bagi para petani. Komoditas tersebut merupakan beberapa dari banyak komoditi yang umum dijumpai dari para petani di Indonesia jika kita bandingkan dengan komoditi lain yang ditanam. Produk produk komoditi tersebut banyak dijumpai dikarenakan kita dapat melakukan panen terhadap tanaman tersebut dengan cepat dan juga waktu yang singkat, jadi bisa dengan mudah petani tersebut memanennya.

Inflasi rentan dialami oleh hasil perkebunan dan pertanian, sehingga petani sering memainkannya dan juga diketahui masyarakat Indonesia sangat bergantung pada jenis tanaman tersebut, jelas Deddy

Jika kita melihat cabai, maka akan kita dapati beberapa jenis cabai di pasar, seperti cabai impor yang saat ini memang banyak tersedia di pasar pasar tradisional dan harganya saat ini tengah turun di angka 40.000 per kilogramnya. Namun jika anda melihat harga cabai di supermarket maka anda bisa melihat harga cabai di supermarket masih sangat jauh di harga pasar yakni 100.000 per kilogramnya. Hal ini terjadi karena komoditi cabai lokal sudah masuk kedalam pabrik dan juga beberapa sudah ada yang mengalami kontrak.

Lain cabai lain juga dengan beras, komoditi yang satu ini mengalami pengelompokan di masyarakat, sebagian orang Indonesia membeli beras yang memiliki harga diatas 11.000 rupiah dikarenakan sebagian orang tersebut ingin merasakan beras yang berkualitas baik, pulen dan enak setelah dimasak. Dalam hal ini pemerintah menginstruksikan kepada para petani untuk melakukan cocok tanam beras yang memiliki kualitas sedang atau menengah.

Komoditi sagu dari PT.NSP yang dipimpin oleh seorang Nowo Manajer PT NSP atau Nasional Sago Prima saat ini juga sudah mencapai ekspor di kawasan Jepang untuk meningkatkan nilai jual sagu NSP.

Berikut adalah beberapa profil dari pejabat dari PT. NASIONAL SAGO PRIMA (PT. NSP)

Adapun Eris Ariaman,
yang juga sering dipanggil
Eris.
Tinggal di

Jakarta,
Indonesia

Dan Berkarir sebagai
Direktur Utama PT NSP di
PT. NASIONAL SAGU PRIMA.
Adapun Erwin Thaib ,
yang juga sering dipanggil
Erwin.
Tinggal di

Jakarta,
Indonesia

Dan Berkarir sebagai
GM PT NSP di
PT. NASIONAL SAGU PRIMA.
Adapun Winowo Dwi Priyono ,
yang juga sering dipanggil
Nowo.
Tinggal di

Jakarta,
Indonesia

Dan Berkarir sebagai
Manajer PT NSP di
PT. NASIONAL SAGU PRIMA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here