Home Analisa Greenback Mundur Disebabkan Aksi Profit Taking

Greenback Mundur Disebabkan Aksi Profit Taking

374
0
SHARE

Pada sesi perdagangan hari ini Rabu (4/1/2017) pagi tadi dolar AS mundur pasca bertengger pada le vel tinggi 14 tahun yang tengah diperoleh saat sesi perdagangan tadi malam. Dolar AS mundur akibat dari tindakan para investor yang melakukan aksi jual untuk mendapatkan keuntungan di tengah kondisi pasar yang terkonsolidasi menunggu laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat Jumat mendatan g.

Euro memperlihatkan kenaikkan tipis sebanyak 0.1% ke angka 1.0416 per USD, sebelumnya pada malam tadi sempat menyentuh 1.0340 yang merupakan level tertinggi 14 tahun. Pergerakan tersebut adalah respon dari laporan ISM tentang manufaktur pemerintah AS, dengan perolehan indeks yang telah mencapai 54.7 atau melebihi perolehan pada periode Bulan November yang hanya sebesar 53.2.

Sebelumnya dalam jejak pendapat Reuters  proyeksi oleh para ekonom memperkirakan bila sektor Manufaktur pemerintah Amerika Serikat untuk bulan Desember mengalami peningkatan sedikit sebanyak 53.7. Kesimpulannya adalah aktivitas pebrik-pabrik di AS berakselrasi pada level tinggi 2 tahun yang terjadi di bulan Desember. EUR/USD saat berita ini ditulis diperdagangkan pada harga 1.0402.

Sedang terhadap mata uang mayor Yen Jepang Dolar Amerika mengalami penurunan sebanyak 0.2% ke level 117.540. USD/JPY sempat menyentuh level tinggi 3 Minggu di angka 118.605 tadi malam. Dam pagi tadi telah diperdagangkan naik pada harga 118.022.

Saat ini pasar sedang menanti laporan ketenagakerjaan pemerintah AS, “yang jadi masalah adalah persiapan akan terjadinya kenaikkan tingkat suku bunga bank sentral AS saat ini sudah finish, dan terlebih lagi kebijakan moneter berindikasi adanya kenaikkan suku bunga The Fed sampai 3 kali tahun 2017 ini, maka reli tajam USD yang terjadi pada kuartal kemarin memicu aksi profit taking para investor,” jelas Direktur BK Asset Management dan juga menjadi Pakar Forex, Kathy Lien.

Lien juga menambahkan, “Dilain itu, seberapa kuatkan Laporan NFP Pemerintah AS hari Jumat mendatang akan menjadi fokus investor.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here