Home Analisa Ekspektasi Resiko Penguatan USD Tahun Mendatang

Ekspektasi Resiko Penguatan USD Tahun Mendatang

333
0
SHARE

Pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (28/12/2016) pagi tadi, USD telah menguat terhadap dua mata uang mayor Euro dan Yen paska data ekonomi pemerintah AS diumumkan menggembirakan malam tadi. Data Indeks Kepercayaan Konsumen Pemerintah Amerika mengalami kenaikan ke level 113.7 dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2001. Data tersebut telah berhasil meyakinkan pasar akan penguatan pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat tahun mendatang.

USD/JPY telah diperdagangkan dengan naik sebanyak 0.2% ke harga 117.67. Disamping itu, Jepang juga tengah mengumumkan laporan data produksi industry dengan kenaikan di bawah harapan. Sedangkan EUR/USD naik sebanyak 0.1% ke level 1.0470. Common Currency tersebut juga sempat menyentuh pada level rendah empatbelas tahun pada angka 1.0352 yang diperoleh pada 20/12/2016 minggu lalu.

Dolar masih terus terdorong oleh ekspentasi kebijakan Donald Trump yang menjadi pemicunya. Para analisis ekonomi meprediksi bahwa stimulasi kebijakan fiskal yang dicanangkan oleh kepemimpinan Trump nanti akan lebih kecil daripada Ekspektasi. Maka dari itu market mengasumsikan menjadi kondisi  yang mengecewakan.

Konsekuensi dari penguatan Dolar AS menjadi masalah besar yang kemungkinan akan dihadapi oleh pemerintah AS tahun 2017 mendatang terkait dengan kebijakan ekonomi Trump. Menurut seorang analis dari BK Asset Management, Kathy Lien mengatakan, “Ada beberapa resiko dari dollar yang menguat terus di tahun depan yakni, melebarnya defisit dalam perdagangan, banyak terjadi import, lemahnya ekspor, komditas harga rendah, pendapatan melemah untuk perusahaan AS dengan adanya penerimaan signifikan dari sumber luar negeri, tekanan rendah bagi Bank sentral Mayor Dunia, meningginya tekanan untuk Negara berkembang yang memiliki utang dalam dolar AS, akan banyak aksi Marger dan Akuisisi, return investasi internasional melemah, tekanan outsourcing, permintaan mata uang alternative seperti mata uang bitcoin dan emas melemah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here