Home Berita Terkini Ekonomi AS menciut, dorong Dolar AS melemah dan Euro naik oleh repatriasi

Ekonomi AS menciut, dorong Dolar AS melemah dan Euro naik oleh repatriasi

513
0
SHARE

DOLAR-BAND-300x200Dolar AS menurun di perdagangan Rabu (30/01) tertekan oleh laporan ekonomi AS yang menunjukkan kondisi ekonomi yang menciut sehingga The Fed sendiri memutuskan untuk tetap melakukan kebijakan moneter mereka yang agresif.

Euro disisi lain menguat terus dengan menembus level $1.35, pada jalur harga tertinggi terhadap Dolar AS sejak November 2011. Indek Dolar AS memperlihatkan pelemahan ini dengan menurun ke 79.302 dari sebelumnya di 79.527, bahkan pada saat The Fed umumkan kebijakan mereka yang akan belanja obligasi sebulan senilai 85 milyar Dolar AS, indek Dolar AS merosot hingga 79.18.

Melihat hasil pertemuan FOMC sebelumnya, pasar melihat bahwa keinginan sebagaian pihak dalam The Fed yang menginginkan kebijakan kuantitatif ini untuk segera diakhiri akan masih mendapat pertentangan dari pihak yang menginginkan kebijakan ini untuk bisa diperpanjang. Setidaknya keputusan The Fed yang justru menambah belanja Obligasi senilai $45 milyar perbulan, makin membuat keputusan ini lebih agresif. Isyarat yang tertangkap pasar dari hasil FOMC kali ini justru memperlihatkan keinginan The Fed untuk melakukan kebijakan kuantitatif ini lebih solid.

Diawal perdagangan, Dolar AS menurun terdorong oleh berita dari Departemen Perdagangan AS yang menyatakan PDB AS mengalami kontraksi 0.1% dari rata-rata tahunan, dan hanya 3.1% di kuartal ketiga kemarin. Estimasi pasar akan tumbuh sebesar 1.0%.

Data ekonomi lainnya yang menjadi pertimbangan AS adalah kenaikan lapangan kerja di sector swasta sebagaimana data yang diterbitkan oleh Automatic Data Processing yang menyatakan di bulan Desember kemarin terjadi kenaikan sebesar 215,000. PDB AS yang turun membuat Dolar AS akan terpukul dan mendorong Euro menguat, serta bursa saham pula meski untuk bursa saham akan dibayang-bayangi denga factor teknikal.

Pada perdagangan mata uang lainnya, Dolar AS naik atas Yen Jepang, USDJPY naik ke 91.13 yen, dari sebelumnya di ¥90.71. Sementara pada perdangan antara Sterling dengan Dolar AS, GBPUSD juga menguat tipis ke $1.580 dari sebelumnya di $1.5761, Dolar Australia terhadap Dolar AS menurun ke $1.0407, dari sebelumnya di $1.0472. Euro sendiri makin kokoh atas Dolar AS dengan naik ke level tertinggi mereka selama 14 bulan ini ke $1.3568, dari sebelumnya di $1.3490.

Fakta adanya repatriasi Euro, aliran modal di akhir bulan  dan kondisi neraca Bank Sentral Eropa yang menciut membuat Euro menguat. Dalam jangka pendek, Euro diperkirakan masih akan kokoh atas mata uang launnya. Sebagaimana Euro terhadap Yen, EURJPY yang naik ke ¥123.64, dari sebelumnya di ¥122.39.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here