Home Berita Forex Dolar Mengendur Akibat Notulen FOMC tidak Lagi Hawkish

Dolar Mengendur Akibat Notulen FOMC tidak Lagi Hawkish

320
0
SHARE

Pada sesi perdagangan hari ini, Kamis (5/1/2017) pagi tadi dolar Amerika Serikat telah mengendur dari level tinggi 14 tahun terhadap mata uang-mata uang utama dunia. Para investor mengaitka perolehannya dari reli panjang selama 2 bulan semenjak terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Pagi (dini hari) tadi, FOMC (Federal Open Market Committe) mengumumkan notulen untuk rapat yang sudah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 lalu tepatnya tanggal 14-15. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, Bank Sentral Amerika telah diketahui akan menaikkan tingkat suku bunga hanya sebanyak 2 kali, dan satu kali pada tahun lalu waktu momen tersebut berlangsung. Notulen memperlihatkan adanya konflik anggota sebelum para komite memberikan keputusan tentang menaikkan tingkat suku bunga The Fed tersebut.

Dalam Notulen tersebut berisikan bahwa bank Sentral Amerika akan menaikkan tingkat suku bunga secara bertahap, meskipun adanya tanda laju kenaikkan tingkat suku bunga memilki hambatan.

“Pejabat bank Sentral AS mengatakan adanya resiko-resiko, bila itu benar terjadi akan membuat kebijakan Bank Sentral AS berbeda dari ekspektasi pada saat ini,” demikian isi notulen FOMC.

Para pelaku pasar menganggap pernyataan tersebut kurang Hawkish. Dan disamping itu, kebijakan Donald Trump sebelum dilantik masih sangat besar pada dasarnya. Pasar saat ini akan lebih memfokuskan diri pada konferensi pers yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, Rabu mendatang.

Indeks Dolar, tergelincir menurun terhadap mata uang mayor dunia ke angka 102.20 pasca perolehan tinggi 14 tahun pada angka 103.82 di Sesi perdagangan hari Selasa kemarin, lebih tepatnya ketika data manufaktur pemerintah AS mendorong Dolar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here