Home Berita Terkini Dolar masih lemah terhadap Euro, antisipasi Non Farm Payroll AS

Dolar masih lemah terhadap Euro, antisipasi Non Farm Payroll AS

444
0
SHARE

Lukman-Forex-Washington-300x210Dolar AS masih melemah terhadap Euro dalam perdagangan hari Kamis (31/01) menjelang pengumuman data Non Farm Payroll AS serta menyikapi pernyataan The Federal Reserve sebelumya yang menegaskan akan melanjutkan kebijakan kuantitatifnya.

Indek Dolar AS menurun ke 79.197, dari sebelumnya di 79.302. Dolar AS saat ini kurang diminati untuk mengamankan investasi para investor dan pernyataan The Fed makin memojokkan Dolar AS. Secara agresif pula selaian The Fed, Bank Eropa juga akan melakukan kebijakan yang lunak dimasa yang akan datang. Tak pelak, The Fed akan berkejaran dengan waktu sebelum akhirnya menaikkan suku bunga untuk menekan tingkat pengangguran ke angka 6.5%, yang pasti para investor saat ini memfokuskan perhatian mereka pada angka seberapa banyak lapangan kerja bisa disediakan pemerintah.

Pada Kamis ini, data dari Depertamen Tenaga Kerja AS juga menyatakan jumlah klaim pengangguran AS meningkat secara mengejutkan diatas perkiraan pasar, sebesar 38,000 sehingga jumlah keseluruhan mencapai 368,000 selama seminggu hingga tanggal 26 januari kemarin. Sementara perkiraan pasar hanya akan naik 355,000.Data lainnya menunjukkan peningkatan pendapatan personal AS selama bulan Desember bersamaan dengan kenaikan belanja.

Dalam perdagangan EURUSD diperdagangkan naik ke $1.3579 dari sebelumnya di $1.3568 mengembalikan kembali Euro ke level tertingginya dalam 14 bulan ini. Euro juga menguat atas Yen Jepang dengan naik ke 124.15 yen dari sebelumnya yang hanya di ¥123.64, posisi yang sebelumnya belum ada pula sejak April 2010.

Sinyalemen positif yang dibawa dari Eropa membawa kepercayaan diri investor sehingga mendorong kenaikan Euro. Salah satu hal yang menggembirakan pasar adalah turunnya tingkat pengangguran Jerman, sebagai motor ekonomi Eropa yang turun ke 6.8%. Pun, tingkat penjualan ritel Jerman masih menurun pula namun hal ini tidak mengendurkan kepercayan investor menyikapi kemungkinan kenaikan yang terjadi dari indek belanja manajerial di sector pabrikan zona Euro yang datanya akan diterbitkan Jumat ini.

Semenyatara dalam perdagangan USDJPY, diperdagangkan di ¥91.46 dari sebelumnya di ¥91.13  dan pada perdagangan NZDUSD di 83.93 U.S. sen dari 83.19 sen sebelum Bank Sentral Selandia Baru putuskan kebijakan suku bunganya yang dipertahankan tetap. Pada perdagangan GBPUSD diperdagangkan di $1.5857, dari sebelumnya di $1.5800, sementara Dolar Australia turun ke $1.0429 dari $1.0407.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here