Home Bisnis & Politik Dolar AS menguat, data ekonomi pekan ini akan menentukan

Dolar AS menguat, data ekonomi pekan ini akan menentukan

502
0
SHARE

Dolar AS bergerak fluktuatif dalam perdagangan hari Senin (28/01) meski cenderung menguat atas mata uang besar lainnya menyusul serangkaian data ekonomi AS dimana salah satunya menyatakan permintaan akan barang tahan lama AS sepanjang bulan Desember mengalami lonjakan.

Indek Dolar AS berakhir naik 79.790 dari sebelumnya di 79.762. bahkan sempat menyentuh ke 79.926  diawal sesi perdagangan. Data ekonomi sebagaimana yang dikatakan oleh Departemen Perdagangan AS menyatakan permintaan barang tahan lama AS melonjak 4.6% selama Desember, secara khusus permintaan Boeing yang mendorong kenaikan ini. Pun demikian, data ekonomi lainnya menyatakan penurunan pada penjualan perumahan di bulan Desember sebesar 4.3%.

Sementara itu, yen menguat sehingga membuat Dolar AS turun ke ¥90.76, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di ¥90.94,meski sempat menguat ke ¥91.13, yang merupakan posisi tertinggi sejak Juni 2010.

Pada perdagangan EURJPY juga melemah dengan Euro dibeli di ¥122.13, dari sebelumnya yang bisa mencapai ¥122.36 pada akhir pekan kemarin. Hal ini sebagai dampak pernyataan kritis atas upaya pemerintah Jepang yang memanipulasi pelemahan Yen saat ini demi kepentingan para ekpsortir Jepang, sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Keuangan Taro Aso. Aso juga menegaskan bahwa jatuhnya Yen saat ini merupakan dampak upaya Jepang melawan deflasi yang jauh hari telah menebarkan ancaman bagi perekonomian Jepang.

“Kami tidak berkomentar saat Dolar atau Euro ditekan jatuh, maka sangat tidak masuk akal apabial saat ini banyak keluhan karena Dolar kembali menguat kekisaran 10 atau 20 Yen, tegas Aso. Pernyataan Aso tersebut menjawab tingginya tekanan internasional atas upaya devaluasi Yen yang dianggap memicu perang mata uang global. Perang mata uang memang menjadi isu yang melingkupi kebijakan Jepang dimana secara agresif memperlemah Yen mereka.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden AS Barack Obama melakukan pembicaraan mengenai pertemuan pada 21-22 Februari nanti, meski belum dipastikan apakah Yen menjadi agenda pula.

Diantara perdagangan mata uang yang ramai, EURUSD turun tipis sekali ke $1.3457 dari sebelumnya di $1.3459. Sementara pada perdagangan GBPUSD  juga menurun ke $1.5693, dari sebelumnya di $1.5804, sementara Dolar Australia turun ke $1.0408 dari $1.0421.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here