Home Berita Forex Dampak Konferensi Pers Trump Senyap, Dolar AS Kembali Stabil

Dampak Konferensi Pers Trump Senyap, Dolar AS Kembali Stabil

383
0
SHARE

Pada perdagangan sesi Asia hari ini Jumat (13/1/2017) pagi ini, Dolar Amerika Serikar mulai kembali stabil terhadap enam mata uang utama dunia lainnya. Setelah USD low 5 pekan terhadap mata uang utama dunia dan Yen Jepang kemarin.  Dolar lunglai akibat dari hasil yang mengecewakan konferensi pers presiden terpilih Amerika Serikat sebelum dilantik 20 Januari mendatang.

Saat berita ini ditulis, USD diperdagangkan pada harga 115.11 telah kembali merangkak naik sebanyak 1% dari kemrosotan yang terbentuk saat sesi perdagangan kemarin. Dolar AS terhadap Yen sempat anjlok menyentuh 113.75 yen paska konferensi Donald Trump. Sepanjang pekan ini berlangsung, USD mundur sebanyak 1.6% dimana sekaligus anjloknya tersebut dalam 4 minggu berturut. Dan selain itu, EUR/USD saat berita ini ditulis telah diperdagangkan pada harga 1.0609 telah mengalami penurunan dari level tinggi 2 minggu pada angka 1.0684 diperoleh kemarin Kamis (12/1/2017).

Indeks Dolar terhadap mata uang utama dunia berada pada kisaran 101.51 pada sesi awal perdagangan Jumat (13/1) hari ini. Penurunan kemarin sempat menjatuhkan indeks dolar pada level 100.62, perolehan tersebut terendah semenjak 8 Desember 2016 lalu.

Momentum bull dolar AS akan kembali lagi setelah redanya efek dari hasil konferensi Pers Donald Trump yang jauh dari perkiraan pasar, dimana Trump lebih memilih untuk membahas perdebatan tentang hubungan Negara AS dan Rusia daripada membahas detail rencana kebijakan ekonomi AS dan pajak. Akan tetapi meskipun demikian, para analis memprediksi bahwa dolar masih bisa memperoleh momentum saat detail stimulus dari Donald Trump terlihat jelas.

“Sepertinya, Yen yang menguat terhadap USD tidak akan terus berlanjut lebih lama, ” jelas Ahli Forex dari Daiwa Sekurities Yukio Ishizuki, di Tokyo Jepang. Lebih lanjut lagi Ia menambahkan,” Yield Obligasi pemerintah Amerika Serikat diperkirakan naik bila melihat ekspektasi kenaikan inflasi Amerika.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here