Home Berita Forex Core CPI Jepang Tetap Merosot Walau Yen Jepang Terdepresiasi

Core CPI Jepang Tetap Merosot Walau Yen Jepang Terdepresiasi

444
0
SHARE

Laporan Indeks Data CPI Jepang naik berturut-turut selama dua bulan pada November, meskipun harga konsumen Inti-nya masih mengalami kemrosotan. Dari data inilah, dapat dijelaskan bila Jepang memang masih perlu berjuang lebih melawan deflasi.

Data Indeks CPI Jepang pada bulan lalu (November) telah mengalami kenaikan sebanyak 0.5% dalam basis tahunannya, terkait susulan kenaikan sebanyak 0.1% pada bulan sebelumnya (Oktober). Bulan Oktober itulah data Indeks CPI nasional melaporkan kenaikan pertamanya dalam rentan 9 bulan terakhir.

Sedangkan Core CPI Jepang (yang tidak menyangkut perhitungan harga barang volatile) justru dilaporkan tertahan dalam teritori yang negative. Core CPI (CPI Inti) Jepang ini telah menurun sebanyak 0.4% dalam duabelas bulan sampai bulan November. Dan pada bulan Oktober CPI Inti Jepang juga dilaporkan menurun dalam jumlah presentase yang masih sama.

Terlepas dari laporan hari ini (27/12/2016) tentang Data CPI Inti Jepang yang masih memprihatinkan, ekonomi Jepang sedikit menenangkan oleh melemahnya nilai tukar mata uang Yen Jepang. Yen mata uang Jepang menurun 12% terhadap mata uang Dolar Amerika semenjak 8 November lalu, tepatnya paska terpilihnya Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

USD/JPY saat berita ini ditulis telah diperdagangkan pada angka 117.345, USD sedikit memulihkan diri dari penurunannya pada Minggu lalu walau pada hari ini market masih sepi karena menjelang libur tahun baru. Menurut Makoto Noji selaku  Ahli Strategi di SMBC Nikko S yang dilansir oleh Reuters mengatakan spekulasi dari kebijakan presiden terpilih AS nantinya akan membuat bank sentral AS harus berfikir keras guna menghindari dampak buruk dari apresiasi Dolar yang berlebih. Maka karena itu, Downtrend pair USD/JPY akan terjadi bertahap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here