Home Breaking News Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Didenda Atas Spoofing

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Didenda Atas Spoofing

40
0
SHARE

Komisi Perdagangan Komoditi Berjangka AS (CFTC) telah mengeluarkan pengarsipan dan penetapan denda terhadap Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (TYO: 8306) unit Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) karena terlibat dalam banyak tindakan spoofing di berbagai kontrak berjangka di Chicago Mecantile Exchange dan Chicago Board of Trade, termasuk futures contract yang berdasarkan catatan perbendaharaan Amerika Serikat and Eurodollars.

Spoofing adalah praktik tawaran atau penawaran dengan maksud untuk membatalkan tawaran atau penawaran sebelum eksekusi, biasanya untuk mempengaruhi harga suatu keamanan.

Perintah tersebut menemukan bahwa BTMU terlibat dalam kegiatan tersebut melalui salah satu pegawainya (Trader A), yang mengakses trading ini melalui platform trading dari salah satu kantor BTMU di Tokyo. Perintah tersebut meminta BTMU untuk membayar denda uang sebesar $ 600.000 civil monetary penlatu dan untuk berhenti dan menghentikan atas pelanggaran terhadap Commodity Exchange Act ats pelanggaran spoofing. CFTC menyadari tindakan tersebut melaui pelaporan sukarela BTMU atas pelanggaran tersebut.

Jams McDonald, selaku Direktur Penegakan CFTC, berkomentar: “Kasus ini menunjukkan manfaat dari pelaporan dan kerja sama, yang saya antisipasi menjadi bagian penting dari program penegakan hukum kami ke depannya. Kami mengharapkan pelaku pasar, melalui pengawasan yang memadai, untuk mencegah kesalahan semacam ini sebelum terjadi. Tapi ketika pelaku pasar menemukan kesalahan, kami ingin memberi insentif kepada mereka untuk melaporkannya secara sukarela dan untuk bekerja sama dengan penyelidik kami, seperti yang dilakukan oleh Bank 0f Tokyo di sini. Bank of Tokyo mendapatkan keuntungan dari pelaporan dan kerja samanya dalam bentuk hukuman yang jauh berkurang.”

Perintah tersebut menemukan bahwa selama periode yang dimulai setidaknya pada bulan Juli tahun 2009 hingga Desember 2014 silam, meskipun sebagian besar terjadi pada tahun 2010 dan 2011, Trader A menempatkan beberapa pesanan untuk kontrak berjangkan dengan maksud untuk membatalkan pesanan sebelum eksekusi mereka. Strategi spoofing Trader A termasuk mengirimkan pesanan ke sisi yang berlawanan dari pasar yang sama pada waktu yang hampir bersamaan. Perintah tersebut selanjutnya menemukan bahwa Trader A terlibat dalam aktivitas spoofing ini untuk memindahkan pasar ke arah yang menguntungkan pesanannya. Setelah menyadari kesalahan yang dilakukan oleh Trader A, BTMU segera menskors trader tersebut dan melaporkan tindakan tersebut ke Divisi Penegakan CFTC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here