Home Analisa AUD/USD Naik Didorong Oleh Penjulan Ritel Australia

AUD/USD Naik Didorong Oleh Penjulan Ritel Australia

328
0
SHARE

Dalam periode tiga bulan terakhir dan berturut-turut laporan penjualan ritel Australia mengalami kenaikan hingga bulan Oktober. Dengan adanya laporan kenaikan tersebut memperlihatkan pertumbuhan belanja konsumen mengalami kenaikan berturut-turut selama tiga bulan ini. Biro Stastitik Australia melaporkan data penjualan ritel meningkat sebanyak 0.5% menuju angka AUD 25.616 miliar, Jumat (02/12/2016) pagi ini. Pada bulan Sembilan (September lalu) kenaikan penjualan Ritel Aussiee mencapai 0.6%, estimasinya penjualan ritel tersebut akan mengalami pertumbuhan sebanyak 0.3 % pada Oktober.

Penjualan Ritel Australia merupakan parameter yang sangat penting dalam mengukur tingkat belanja konsumen. Hal itu memberikan kontribusi terhadap GDP Aussie mencapai 50%, dalam keterangan laporannya penjualan ritel ini mencangkup penjualan makanan, perangkat rumah tangga, dan juga café sekaligus restoran. Akan tetapi kemrosotan pada bagian penjualan pusat perbelanjaan dan juga pakaian menyetrakan kenaikan tersebut. wilayah Queensland, South Wales dan Victoria adalah wilayah-wilayah yang menjadi penjualan ritel terkuat.

RBA (Bank Sentral Australia) mengungkapkan bila belanja konsumen meningkat dalam laju pertumbuhan yang wajar, namun nampak mulai terlihat melambat, kondisi tersebut terjadi pada bulan juli, dimana partai koalisi Malcom Turnbull masih mengungguli pemilu federal.

Lantas secara menyeluruh, dibandingkan dengan ekonomi Negara idustri maju lainnya, pertumbuhan Australia merupakan yang terbaik. Ekspansi GDP Aussie dalam pertumbuhan tahunan 3.1 % pada kuartal I dan 3.3 % pada periode April sampai Juni.

AUD/USD diperdagangkan pada harga 0.7428/ dolar AS dan mengalami kenaikan 0.16%. Tapi sejak berita ini ditulis, AUD/USD merosot pada harga 0.7414. Dan kemarin malam dollar telah memangkas loss-nya pada mata uang-mata uang utama dunia pasca ISM Manufaktur Pemerintah AS dilaporkan mangalami kenaikan, meski data pengangguran mengecewakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here